Markobar ala Gibran Hadir di Denpasar

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Siapa yang tidak kenal Markobar? Martabak manis hasil olahan Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, kini telah hadir di Kota Denpasar, Bali.Tepatnya di Jalan Teuku Umar Nomor 33.

Martabak manis yang awalnya berpenampilan biasa, disulap menjadi panganan berkualitas premium.

Gibran membuka usahanya dengan mengusung konsep kontainer.

Dijelaskan Gibran, kawasan Teuku Umar Denpasar merupakan gerai Markobar ke 21 di Indonesia.

Mereka mulai membuka Markobar di Denpasar pada 30 Desember 2016.

Melihat Denpasar memiliki peluang bisnis yang menjanjikanlah yang membuat Gibran akhirnya tertarik untuk melebarkan usahanya di pulau seribu pura ini.

“Bali itu wajib karena Bali merupakan salah satu tujuan wisata yang besar di Indonesia, baik untuk orang lokal atau mancanegara. Jadi Bali itu wajiblah. Kotanya tidak pernah sepi,” ujarnya seperti dikutip dari Tribun Bali beberapa waktu lalu di Denpasar.

Bila mengunjungi tempat ini Anda akan disuguhkan dengan tiga pilihan menu martabak manis, yaitu markobar delapan rasa, markobar empat rasa, dan markobar satu rasa full topping meses coklat dan atau keju.

Bahkan untuk lebih memanjakan lidah konsumen, Gibran membubuhi martabak manisnya ini dengan berbagai macam topping berkualitas premium yang dijamin bikin Anda jatuh hati. Topping tersebut di antaranya Toblerone, Silver Queen, Nuttela, KitKat Green Tea, Cadbury, Keju Kraft, dan Delfi. Diakui Gibran, aneka macam topping inilah yang membuat martabak manisnya berbeda dengan martabak manis pada umumnya.

Begitu pula dengan cara penyajiannya. Di Markobar, makanan yang juga sering disebut dengan terang bulan ini disajikan dengan cara tidak dilipat, melainkan dibiarkan terbuka seperti pizza. Bagi Anda yang penasaran dengan martabak manis ala putra presiden ini, pilihan yang wajib untuk Anda coba adalah markobar delapan rasa.

Selain menggambarkan ciri khasnya yakni disajikan dengan topping yang komplit, cita rasanya pun sungguh menggungah selera. Tidak pada bagian topping-nya saja yang lezat, namun pada bagian adonannya juga dijamin mampu menggoyang lidah Anda. Teksturnya sangatlah empuk dan gurih.

Ditemui di lokasi yang sama, Haryadi Rahmat, Kapten Kota Markobar Bali mengatakan seluruh bahan adonan yang digunakan untuk membuat martabak manis didatangkan khusus dari kota Solo (markas besar Markobar).

“Adonannya itu sudah dibungkus dan sudah ditakar sendiri oleh Mas Gibran. Untuk satu paknya berisi lima kilogram adonan. Untuk saat ini kami hanya membawa 100 pak dulu. Nanti kalau habis diorder lagi dari Solo,” ujarnya.

Diungkapkan Haryadi, saat ini respon masyarakat kota Denpasar terhadap Markobar sudah cukup baik.

Meski awalnya mereka hanya melakukan promosi melalui media sosial instagram. Namun rupanya keberadaan Markobar di kota Denpasar sudah mulai banyak  diketahui oleh masyarakat.

“Mungkin karena baru buka juga, belum banyak yang tahu. Kami hanya promosi lewat media social, terus kami belum terlalu banyak promosi. Sehari itu kami baru menghabiskan lima kilogram adonan. Untuk satu adonan itu bisa jadi 6 porsi martabak manis. Yah kira-kira 30 porsi lah dalam sehari habis,” ungkapnya.

Survei Lokasi Pakai Sepeda Motor

Sebagai putra orang nomor satu di Indonesia, Gibran rupanya pergi mencari lokasi yang tepat untuk membuka gerai Markobar di Bali seorang diri.

Diceritakan Haryadi, Gibran datang ke Bali pada awal bulan Desember lalu. Setibanya di Bali, suami dari Selvi Ananda ini kemudian pergi mencari tempat penyewaan sepeda motor terdekat lalu berkeliling di kota Denpasar mensurvei lokasi yang tepat untuk Markobar Bali.

Tidak ada yang menyangka jika sosok pria alumni University of Technology Insearch, Sydney, Australia itu adalah putra pertama presiden Jokowi.

“Mas Gibran sendiri yang survei tempat ini pakai motor sama partner-nya. Orang di sini (tetangga Markobar Bali) tidak ada yang percaya kalau dia (Gibran) anak Presiden. Tidak pakai mobil dan ajudan. Jadi Mas Gibran sewa motor 60 ribu buat cari tempat. Dari ujung jalan Teuku Umar dapatnya ya di sini. Saya dari Makasar juga langsung disuruh pulang ke Solo untuk persiapan Makobar di Bali,” tutur Haryadi.

ArtikelAsli

Tinggalkan komentar